Agenda

LATAR BELAKANG

Saat ini luas lahan pertanian subur atau optimal terus mengalami penurunan, antara lain akibat alih fungsi lahan untuk pemukiman, industri, atau infrastruktur.Berkurangnya luas lahan optimal merupakan salah satu kendala dalam meningkatkan produksi pangan nasional.Lahan potensial yang tersisa untuk pengembangan pertanian ke depan adalah lahan suboptimal atau marginal.  Lahan suboptimal merupakan lahan dengan tanah yang mempunyai sifat-sifat fisika, kimia, dan biologi yang tidak optimal atau kesuburan yang rendah untuk pertumbuhan tanaman.   Lahan suboptimal meliputi lahan kering, lahan kering masam, lahan di bawah tegakan, lahan rawa, lahan pasang surut, dan lahan salin.

Permasalahan produksi pangan di lahan suboptimal ini, khususnya lahan basah (rawa), antara lain menyangkut aspek fisik lahan, proses produksi, dan pasca panen serta kualitas sumberdaya manusia sebagai pengelolanya yang masih rendah.Permasalahan aspek fisik lahan yang sering ditemui di lapangan adalah keragaman status air yang berpengaruh terhadap kesuburan tanah. Kondisi air yang tidak merata ini disebabkan karena faktor tofografi tanah, kondisi lahan terhadap pengaruh air pasang, sistem tata air yang belum baik dan juga masih terbatasnya sarana bangunan air. Dalam rangka intensifikasi produksi pangan perlu strategi agar secara ekonomis menguntungkan namun ramah lingkungan.

Untuk mewujudkan keberhasilan intensifikasi produksi pangan berkelanjutan perlu dikembangkan teknologi yang mampu diadopsi petani (teknologi yang murah atau frugal innovation).  Hal ini menuntut ilmuwan (dosen, peneliti, perekayasa) untuk mampumengembangkan teknologi yang terjangkau bagi petani, efisien, namun ramah lingkungan.

 

TUJUAN

  1. menghimpun peneliti-peneliti dan dosen-dosen di seluruh Indonesia untuk membahas perkembangan ilmu dan teknologi di era revolusi industri 4.0 tentang lahan suboptimal (lahan rawa, pasang surut, kering, kering masam, salin, dan di bawah tegakan) yang dimanfaatkan dan dikelola untuk pertanian, perkebunan, dan pelestarian lingkungan,
  2. menyebarluaskan hasil penelitian dan/atau pemikiran atau ulasan tentang perkembangan ilmu dan teknologi di lahan suboptimal di era revolusi industri 4.0, dan
  3. membuka wahana diskusi untuk memberikan alternatif solusi pemecahan masalah terutama permasalahan sawit, pajale, ikan dan ternak di era revolusi industri 4.0.

 

KEYNOTE SPEAKERS

  1. Dr. Herdrajat Natawidjaja (Direktur Penghimpun Dana BPDP-KS Kemenkeu, Jakarta)
  2. Prof. Dr. Ir. Benyamin Lakitan, M.Sc. (Pakar Agronomi Univesitas Sriwijaya, Palembang)
  3. Dr. Ir. Dwi Asmono, M.Sc. (Director of Research & Development, PT Sampoerna Agro Tbk., Jakarta)
  4. Dr. Ir. Irzal Effendi, MSi. (Pakar Akuakultur/Perikanan Institut Pertanian Bogor (IPB), Bogor)
  5. Prof. Dr. Ir. Siti Herlinda, M.Si (Kepala PUR-PLSO Univesitas Sriwijaya, Palembang)
  6. Prof. Dr. Widodo Budiharto, S.Si., M.Kom. (Pakar Artificial Intelligence Universitas Bina Nusantara (BINUS), Jakarta)

 

RUANG LINGKUP SEMINAR

  1. Budidaya Tanaman, Ikan, dan Ternak: Kelapa Sawit & Tanaman Tahunan Lainnya, Tanaman Pangan, Hortikultura, Ikan, dan Ternak, serta Pengelolaan Organisme Pengganggu Tumbuhan, Parasit Ikan dan Ternak, dan Kesehatan Hewan.
  2. Teknologi Pertanian: Alat dan Mesin Pertanian, Manajemen SDA, Biosistem, Proses on Farm dan Panen, Pascapanen, serta Agroindustri.
  3. Pengolahan dan Pengawasan Pangan (Tanaman, Ikan, dan Ternak).
  4. Sosial, Ekonomi, dan Budaya: Pemberdayaan Masyarakat, Usaha Budidaya Pertanian, Agribisnis, Komunikasi Pertanian, dan Budaya dan Kearifan Lokal.
  5. Pengelolaan Lingkungan: Konservasi Gambut, Revegetasi Bekas Tambang, Bioremediasi, Adaptasi Perubahan Iklim, Keanekaragaman Hayati, Indikator Pencemaran Lingkungan, dan Kesehatan Lingkungan dan Masyarakat.
  6. Sistem Informasi dan Digital Innovation in Smart Farming Industry.

 

WAKTU DAN TEMPAT

Seminar tanggal 4-5 September 2019 di Hotel Swarna Dwipa Jl. Tasik No.2, Talang Semut, Bukit Kecil, Palembang, Telp +62711313322